Keselamatan dan Kesuksesan, Jalan yang Harus Ditempuh

Keselamatan dan Kesuksesan, Jalan yang Harus Ditempuh

Hikmah Pagi dari Kang Hasyim As 

Laraswangi - Pagi adalah waktu terbaik untuk bercermin pada diri sendiri. Saat dunia belum ramai oleh hiruk-pikuk, hati lebih jujur menilai langkah yang telah dan akan kita tempuh. Di salah satu pesan hikmahnya, Kang Hasyim As menyampaikan sebuah syair Arab yang sederhana, namun menghujam kesadaran: 

تَرْجُو النَّجَاةَ وَلَمْ تَسْلُكْ مَسَالِكَهَا، 
فَإِنَّ السَّفِينَةَ لَا تَجْرِي عَلَى الْيَبَسِ 

Engkau berharap keselamatan dan keberhasilan, namun tidak menempuh jalan-jalannya. 
Ketahuilah, kapal tidak akan pernah berlayar di atas daratan. 

Syair ini adalah teguran lembut bagi siapa pun yang gemar berharap, tetapi enggan melangkah. Kita sering memanjatkan doa-doa indah: ingin hidup berkah, ingin ilmu bermanfaat, ingin keluarga sakinah, ingin akhir yang husnul khatimah. Namun, pada saat yang sama, langkah kita kerap tak sejalan dengan harapan itu. 

Melalui analogi kapal, Kang Hasyim mengajak kita berpikir jernih. Kapal diciptakan untuk laut. Ia baru akan berfungsi ketika bersentuhan dengan air. Seindah apa pun kapal, selengkap apa pun perlengkapannya, ia tetap tak berguna jika dibiarkan di daratan. Laut itulah ikhtiar. Ombak itulah ujian. Dan angin adalah kehendak Allah yang menggerakkan perjalanan. 

Dalam urusan dunia, pesan ini terasa nyata. Tidak ada keberhasilan tanpa usaha, tidak ada keahlian tanpa proses belajar, dan tidak ada kepercayaan tanpa amanah. Begitu pula dalam urusan akhirat. Surga tidak diraih hanya dengan angan-angan, melainkan dengan ketaatan. Ampunan tidak cukup diharap, tetapi harus dijemput dengan taubat. Dan keselamatan tidak datang tanpa kesungguhan melawan hawa nafsu. 

Nasihat Kang Hasyim ini seolah mengajak kita berdialog dengan diri sendiri: 
Sudahkah langkah kita searah dengan doa-doa yang kita panjatkan setiap hari? 
Ataukah kita berharap berlayar jauh, sementara kaki kita masih enggan turun ke laut usaha? 

Pagi ini, syair itu menjadi pengingat yang menenangkan sekaligus menguatkan. Bahwa tugas kita bukan memastikan hasil, melainkan menempuh jalan. Soal sampai atau tidak, cepat atau lambat, Allah-lah yang menentukan. Namun satu hal pasti: kapal hanya akan bergerak jika ia berada di lautnya. 

Semoga Allah membimbing kita agar harapan dan ikhtiar selalu berjalan beriringan, doa dan langkah saling menguatkan, serta usaha kecil kita diberi nilai besar di sisi-Nya. Aamiin. 

Simorejo, 04 Februari 2026 

Bakda Subuh 

Coretanku

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Di setiap kesempatan, di mana pun dan kapan pun kita berada, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Peristiwa-peristiwa kecil sering kali menyimpan

Advertisement