Khutbah Pertama
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Dalam kitab
Nashā’ihul ‘Ibād karya Syekh Nawawi al-Bantani, pada makalah ke-36,
diriwayatkan nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya:
“Wahai anakku,
sesungguhnya manusia itu terbagi menjadi tiga bagian: sepertiga untuk Allah, sepertiga untuk dirinya sendiri, dan sepertiga untuk cacing.”
Sepertiga untuk
Allah adalah ruh, sepertiga untuk dirinya sendiri adalah amal-amal, dan sepertiga untuk cacing adalah jasad.
Jamaah yang
dimuliakan Allah,
Sepertiga untuk
Allah adalah ruh.
Ruh berasal dari perintah Allah, sebagaimana
firman-Nya:
Ruh hanya akan
tenang jika dekat dengan Allah. Karena itu Allah menegaskan:
أَلَا بِذِكْرِ ٱللّٰهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra‘d: 28)
Jika ruh diabaikan,
ibadah dilalaikan, dzikir ditinggalkan, maka kegelisahan akan hadir meski dunia
digenggam.
Sepertiga untuk
diri sendiri adalah amal-amal.
Amal inilah bekal kita kelak. Allah
berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا
يَرَهُۥ
Rasulullah ﷺ bersabda:
"يَتْبَعُ
الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ
وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ"
Mayit
akan diikuti oleh tiga hal (ke kubur). Dua hal akan kembali, dan satu hal tetap
bersamanya. Yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Lalu
kembalilah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tetap bersamanya adalah
amalnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sepertiga untuk
cacing adalah jasad.
Tubuh yang kita rawat dengan penuh perhatian, pada akhirnya akan kembali ke
tanah. Allah berfirman:
مِنْهَا
خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ
Maka sungguh merugi
orang yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk jasad, namun melalaikan ruh dan
amal.
Jamaah Jum’at
rahimakumullah,
Nasihat Luqman
Al-Hakim ini meluruskan arah hidup kita: jangan sampai kita sibuk memperindah
yang pasti hancur, namun lalai menyiapkan yang kekal.
Rasulullah ﷺ mengingatkan:
كُنْ
فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ
Marilah kita jaga
ruh dengan ibadah dan dzikir, kita isi hari dengan amal shalih, dan kita sadari bahwa jasad hanya
titipan sementara.
Semoga Allah
menutup hidup kita dengan husnul khatimah, dan menerima amal-amal kita. Aamin
بَارَكَ
اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ
اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ











.png)



Komentar
Tuliskan Komentar Anda!