Khutbah Jumat - Menata Hidup Ruh untuk Allah, Amal untuk Bekal

Khutbah Jumat - Menata Hidup Ruh untuk Allah, Amal untuk Bekal

Khutbah Pertama

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Dalam kitab Nashā’ihul ‘Ibād karya Syekh Nawawi al-Bantani, pada makalah ke-36, diriwayatkan nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya:

“Wahai anakku, sesungguhnya manusia itu terbagi menjadi tiga bagian:  sepertiga untuk Allah,  sepertiga untuk dirinya sendiri,  dan sepertiga untuk cacing.”

Sepertiga untuk Allah adalah ruh, sepertiga untuk dirinya sendiri adalah amal-amal, dan sepertiga untuk cacing adalah jasad.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Sepertiga untuk Allah adalah ruh.
Ruh berasal dari perintah Allah, sebagaimana firman-Nya:

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى
“Mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ruh itu termasuk urusan Tuhanku.”  (QS. Al-Isrā’: 85)

Ruh hanya akan tenang jika dekat dengan Allah. Karena itu Allah menegaskan:

أَلَا بِذِكْرِ ٱللّٰهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra‘d: 28)

Jika ruh diabaikan, ibadah dilalaikan, dzikir ditinggalkan, maka kegelisahan akan hadir meski dunia digenggam.

Sepertiga untuk diri sendiri adalah amal-amal.
 Amal inilah bekal kita kelak. Allah berfirman:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”  (QS. Az-Zalzalah: 7)

Rasulullah bersabda:

"يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ"

Mayit akan diikuti oleh tiga hal (ke kubur). Dua hal akan kembali, dan satu hal tetap bersamanya. Yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya, dan amalnya. Lalu kembalilah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tetap bersamanya adalah amalnya."  (HR. Bukhari dan Muslim)

Sepertiga untuk cacing adalah jasad.
Tubuh yang kita rawat dengan penuh perhatian, pada akhirnya akan kembali ke tanah. Allah berfirman:

مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ

“Dari tanah Kami ciptakan kalian, dan ke dalamnya Kami akan mengembalikan kalian.” (QS. Ṭāhā: 55)

Maka sungguh merugi orang yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk jasad, namun melalaikan ruh dan amal.

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Nasihat Luqman Al-Hakim ini meluruskan arah hidup kita: jangan sampai kita sibuk memperindah yang pasti hancur, namun lalai menyiapkan yang kekal.

Rasulullah mengingatkan:

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ

 “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau seorang musafir.”  (HR. Bukhari)

Marilah kita jaga ruh dengan ibadah dan dzikir, kita isi hari dengan amal shalih,  dan kita sadari bahwa jasad hanya titipan sementara.

Semoga Allah menutup hidup kita dengan husnul khatimah, dan menerima amal-amal kita. Aamin

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Coretanku

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Di setiap kesempatan, di mana pun dan kapan pun kita berada, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Peristiwa-peristiwa kecil sering kali menyimpan

Advertisement