Laraswangi - Kami sering mengikuti majelis yang diasuh oleh Kiai Mahrus. Ada banyak majelis yang beliau ampu. Beberapa di antaranya yang saya ikuti adalah Majelis Dzikir dan Sholawat dalam Rijalul Ansor Ranting Brangkal, Kepohbaru; majelis taklim keluarga besar MTs Negeri 3 Bojonegoro; juga majelis taklim di Masjid Nurul Islam, Bulu, Simorejo. Tentu, masih ada banyak majelis lain yang belum sempat saya sebutkan satu per satu.
Ada satu kebiasaan beliau yang sejak lama menarik perhatian saya. Setiap kajian, Kiai Mahrus hampir selalu membagikan fotokopi halaman kitab yang sedang dikaji. Bahkan, pada suatu kesempatan, beliau membagikan puluhan kitab Fathul Qorib secara cuma-cuma kepada jamaah yang hadir.
“Itu sebagai jariah dari saya,” tutur beliau lirih di sela-sela kajian kitab.
Sejak saat itu, nyaris saya memiliki banyak koleksi fotokopi petikan kitab yang beliau kaji. Awalnya, saya mengira itu semata bentuk kedermawanan seorang guru kepada murid-muridnya. Namun rupanya, apa yang beliau lakukan bukan tanpa alasan. Di balik itu, ada maksud besar yang kala itu belum sepenuhnya saya pahami.
Jawaban itu baru saya temukan hari ini, Kamis, 5 Februari 2026, pagi.
Pagi tadi, saat mengusap layar X (Twitter), saya menemukan sebuah cuitan dari akun @zein_7770. Dalam cuitannya, ia mengutip sebuah pendapat ulama:
Pendapat Imam Malik dari Imam Zuhri rahimahullah berkata:
“Menghadiri majelis ilmu tanpa membawa kitab atau buku catatan merupakan suatu kehinaan.” (Hilyatul Auliya’, 3/366)
Entah mengapa, kutipan itu langsung mengingatkan saya kepada Kiai Mahrus. Tentang kebiasaan beliau membagikan kitab. Tentang perhatian beliau agar jamaah tidak hanya datang mendengar, tetapi juga membawa pulang ilmu—dalam bentuk yang bisa dibaca ulang, dicatat, dan dijaga.
Saya pun segera melakukan tangkapan layar cuitan tersebut dan mengirimkannya kepada beliau melalui WhatsApp.
Alhamdulillah, tak berselang lama, beliau membalas pesan saya. Bukan dengan penjelasan panjang, melainkan dengan doa-doa baik yang menenangkan hati.
Allahumma berkah.
Semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan beliau, memanjangkan usia dalam keberkahan, dan menerima setiap lembar kitab yang beliau bagikan sebagai amal jariah yang tak pernah putus. Aamiin.
Kepohbaru, 05 Februari 2026











.png)


Komentar
Tuliskan Komentar Anda!