Ketika Cerita Bertemu Muridnya

Ketika Cerita Bertemu Muridnya

Alhamdulillah… 
Sungguh, ada kebahagiaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata ketika sebuah karya dibaca oleh anak-anak didik sendiri. Terlebih, mereka adalah siswa kelas 8F MTs Negeri 3 Bojonegoro—yang juga menjadi santri di Pesantren Madrasah (Pesmad) Darul Fikri. 

Di sela-sela waktu istirahat, saat kami duduk santai di depan kantin madrasah, saya tunjukkan kepada mereka cerpen berjudul “Hafalan untuk Ayah di Langit” yang dimuat di Majalah Mimbar Pembangunan Agama (MPA), Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. 

“Cerpennya bagus banget, Pak,” ujar salah satu siswi, sambil tersenyum. 

“Kok seperti kisah kelas 8F, ya?” timpal siswi lainnya, setelah menamatkan cerpen itu. 

Saya hanya tersenyum. 
Memang, cerpen tersebut berlatar Pesmad Darul Fikri—di bawah naungan MTs Negeri 3 Bojonegoro. Kisahnya terinspirasi dari pengalaman salah satu siswa di kelas itu, meski seluruh nama tokoh adalah hasil imajinasi saya semata. 

Dengan sengaja saya menunjukkan majalah tersebut dan meminta mereka membacanya. Bukan untuk dipuji, melainkan sebagai ikhtiar kecil agar mereka termotivasi menumbuhkan minat berliterasi—membaca dan menulis apa pun, sesuai bakat dan minat yang Allah titipkan pada masing-masing dari mereka. 

Sebab saya percaya, dari kebiasaan membaca dan keberanian menulis, akan lahir generasi yang peka, berpikir jernih, dan mampu menuturkan kebaikan dengan caranya sendiri. 

Kepohbaru, 05 Januari 2026 
Di kantin madrasah tercinta. 

Coretanku

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Di setiap kesempatan, di mana pun dan kapan pun kita berada, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Peristiwa-peristiwa kecil sering kali menyimpan

Advertisement