Bismillāhirraḥmānirraḥīm
Mengawali menulis di awal tahun, 1 Januari 2026.
Buku pertama yang saya baca di awal tahun ini adalah karya Prof. Dr. Ngainun Naim berjudul The Power of Writing, cetakan tahun 2015. Pada halaman depan—tepat setelah sampul—terdapat tulisan tangan dan tanda tangan beliau.
Di pojok kanan atas halaman itu, beliau menuliskan pesan singkat namun bermakna:
“Semoga buku ini menambah semangat Pak Slamet dalam menulis.”
Tulungagung, 28 Januari 2015.
Buku ini saya terima tepat pada 31 Januari 2015.
Artinya, sudah sepuluh tahun buku ini tersimpan rapi di rak, bersama ratusan buku lain yang saya koleksi. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat. Namun justru dari situlah saya menyadari: buku ini bukan sekadar bacaan, melainkan salah satu sumber api kecil yang terus menjaga semangat menulis agar tidak padam.
Pada Bab I, Spirit Menulis, terdapat subbab berjudul Ayo Membuat Blog. Di bagian inilah, salah satu penulis idola saya tersebut menuliskan pengalamannya menularkan “virus” literasi—membaca dan menulis—kepada siapa pun. Salah satu media yang digunakan adalah dunia akademik, melalui perkuliahan.
Guru Besar UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung itu menjelaskan bahwa salah satu indikator kesuksesan mahasiswa adalah penguasaan keterampilan menulis. Untuk mengasah keterampilan tersebut, beliau mendorong mahasiswa agar membuat blog. Menurutnya, blog adalah media sederhana yang mampu menampung apa pun yang ada di dalam pikiran: gagasan, catatan perjalanan, hasil membaca buku, refleksi hidup, dan banyak hal lainnya. Bagi peminat sastra, cerpen, puisi, dan karya sejenis pun dapat menemukan rumahnya di sana.
Cara serupa juga dilakukan oleh Pak Usman Roin (Pak Usron), dosen Unugiri Bojonegoro sekaligus Kepala Perpustakaan. Beliau mendorong mahasiswa agar menguasai keterampilan menulis dan membangun blog sebagai ruang belajar yang hidup. Virus literasi itu tidak berhenti di ruang kelas, tetapi menular kepada siapa pun yang bersedia—termasuk kepada saya.
Berawal dari situlah, semangat menulis dan membangun blog kian tumbuh. Alhamdulillah, tepat pada 1 Januari 2026, blog pribadi laraswangi.my.id resmi dapat saya gunakan sebagai ruang untuk menampung ide-ide yang kerap terserak, sekaligus tempat belajar untuk lebih disiplin menulis dan berbagi makna.
Semoga di tahun yang baru ini, tulisan-tulisan yang lahir bukan sekadar deretan kata, melainkan jejak syukur, wasilah kebaikan, dan pengingat diri agar terus belajar. Ya Allah, kuatkan niat kami dalam menulis, jernihkan pikiran kami dalam berpikir, dan jadikan setiap huruf yang tertulis bernilai ibadah serta membawa manfaat bagi sesama. Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Simorejo, 1 Januari 2026
Bakda Shubuh
Slamet Widodo
Cah Ndeso







Komentar
Tuliskan Komentar Anda!