Jangan Terlalu Sibuk Memikirkan Tiga Hal Ini

Jangan Terlalu Sibuk Memikirkan Tiga Hal Ini

(Catatan Ngaji Online bersama Kang Hasyim) 

Pada Ngaji Online bersama Kang Hasyim yang disampaikan melalui video TikTok dan diunggah pada 20 September 2025, disampaikan sebuah dawuh yang sangat menenangkan hati. Dawuh ini dinukil dari Imam As-Samarqandi rahimahullah, seorang ulama besar yang nasihatnya bukan hanya tajam secara ilmu, tetapi juga lembut dalam menyentuh jiwa. 

Imam As-Samarqandi berkata: 

“Janganlah engkau memikirkan tiga hal.” 

Sekilas kalimat ini terdengar sederhana. Namun jika direnungi, justru di sinilah letak kebijaksanaannya. Tiga hal ini sering kita pikirkan berulang-ulang, diam-diam menggerogoti ketenangan hati dan keikhlasan amal. 

Pertama, Jangan Terlalu Memikirkan Kefakiran 

“Jangan memikirkan kefakiran (kemiskinan), karena akan memperbanyak kegelisahan dan menambah ketamakan.” 

Memikirkan rezeki memang manusiawi. Namun ketika pikiran tentang kekurangan terus dibiarkan berputar, ia berubah menjadi beban. Hati menjadi sempit, hidup terasa selalu kurang, dan rasa cukup perlahan menghilang. 

Alih-alih menenangkan diri dengan tawakal, kita justru terjebak pada kecemasan: takut esok, takut tidak cukup, takut kalah dari orang lain. Padahal rezeki tidak pernah salah alamat, dan Allah tidak pernah lalai pada hamba-Nya. 

Kedua, Jangan Terlalu Memikirkan Kezaliman Orang Lain 

“Jangan memikirkan kezaliman orang yang menzalimimu, karena akan mengeraskan hatimu, memperbanyak kebencian, dan melanggengkan amarah.” 

Luka batin sering kali bukan disebabkan oleh peristiwa, tetapi oleh ingatan yang terus kita putar ulang. Ketika kezaliman orang lain kita simpan dan kita rawat dalam pikiran, tanpa sadar hati menjadi keras. 

Dendam tidak menyembuhkan, justru memperpanjang penderitaan. Memaafkan memang berat, tetapi menyimpan kebencian jauh lebih melelahkan. Ada saatnya kita belajar menyerahkan keadilan kepada Allah—Zat yang paling adil dan tidak pernah lalai. 

Ketiga, Jangan Terlalu Memikirkan Panjangnya Umur Dunia 

“Jangan memikirkan panjangnya hidup di dunia, karena akan membuatmu gemar menumpuk harta, menyia-nyiakan umur, dan menunda-nunda amal.” 

Merasa hidup masih panjang sering menjadi alasan untuk menunda. Menunda taubat. Menunda amal. Menunda kebaikan. Menunda perubahan diri. 

Padahal tidak ada satu pun dari kita yang memiliki jaminan esok hari. Umur yang disangka panjang justru sering membuat kita lengah. Kita sibuk mengumpulkan, tapi lupa mempersiapkan kepulangan. 

Dawuh Imam As-Samarqandi ini mengajarkan satu hal penting: tenangkan pikiran agar hati selamat. Tidak semua hal perlu dipikirkan berlebihan. Ada perkara yang cukup kita serahkan kepada Allah, sambil terus melangkah dalam kebaikan. 

Mungkin hidup tidak selalu mudah. Rezeki kadang sempit. Manusia bisa menyakiti. Waktu terus berjalan. Namun selama hati dijaga dari tiga pikiran ini, insyaAllah langkah kita akan lebih ringan, amal lebih ikhlas, dan hidup terasa lebih bermakna. 

Semoga Allah melembutkan hati kita, mencukupkan rezeki kita, dan memanggil kita dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin... 

Simorejo, 29 Januari 2026 

Coretanku

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Di setiap kesempatan, di mana pun dan kapan pun kita berada, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Peristiwa-peristiwa kecil sering kali menyimpan

Advertisement