Enak Dadi Wong Arobi

Enak Dadi Wong Arobi

Kang Hasyim, dalam salah satu video yang diunggah di TikTok, menyampaikan nasihat Imam Al-Ghazali yang tertulis dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin juz 3 halaman 36.

Intinya sederhana, tapi menenangkan: menjadi orang awam itu tidak perlu repot-repot.

Cukup beriman kepada Allah Swt., menerima Islam sebagai agama, lalu disibukkan dengan ibadah semampunya—sesuai kadar kemampuan. Bekerja secara halal untuk menafkahi keluarga. Selebihnya, urusan ilmu diserahkan kepada orang-orang alim. Tidak usah ikut-ikut memikirkan hal yang bukan kapasitasnya.

Sebab, bagi orang awam seperti kita, melakukan kesalahan karena ketidaktahuan masih lebih baik daripada berbicara tentang ilmu yang tidak benar-benar dipahami. Ilmu yang diucapkan tanpa pemahaman justru bisa menjerumuskan.

Maka, hiduplah dengan cara yang penak-penak saja.

Kalau bingung dan capek, berhenti sejenak—istirahat.  
Kalau badan pegal, pijet. 
Kalau meriang, beli obat.

Nasihat ini mengingatkan saya pada ucapan saudara saya, Pak Hadi Farnawan, guru Matematika MTs Negeri 3 Bojonegoro. Beliau sering berkata, “Enak dadi wong ‘arobi (bodoh).”

Bukan membanggakan kebodohan, tapi menjaga diri dari merasa paling tahu. Karena itulah beliau justru selalu mendekat kepada orang-orang alim. Salah satunya, beliau berguru dan dekat dengan Kiai Mahrus, untuk terus belajar dengan rendah hati.

Simorejo, 10 Fberuari 2026

Bakda Shubuh diiringi hujan lebat

Coretanku

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Di setiap kesempatan, di mana pun dan kapan pun kita berada, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Peristiwa-peristiwa kecil sering kali menyimpan

Advertisement