Doraemon dan Minggu Pagi yang Pernah Kita Miliki

Doraemon dan Minggu Pagi yang Pernah Kita Miliki

Awal Januari 2026, ada satu hal kecil yang terasa janggal: Doraemon tak lagi tayang di RCTI setiap Minggu pagi. Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar perubahan jadwal. Namun bagi generasi 80-an ke atas, kabar ini seperti kehilangan sepotong masa kecil.

Saya masih ingat betul, Minggu pagi tanpa mandi, berlari ke rumah tetangga bersama teman-teman, duduk rapat di lantai demi satu tujuan: menonton Doraemon. Jam delapan pagi adalah waktu sakral. Dunia terasa sederhana, dan hari libur terasa benar-benar libur.

Kini, Doraemon memang telah berhenti tayang di RCTI. Slot lamanya telah diisi program lain, dan jejaknya pun menghilang dari platform resmi stasiun tersebut. Alasannya barangkali sederhana dan rasional: kontrak lisensi berakhir, strategi bisnis berubah, dan cara anak-anak menikmati hiburan pun tak lagi sama.

Namun Doraemon tidak benar-benar pergi. Ia hanya berpindah rumah. Dubbing bahasa Indonesia masih berjalan, film-filmnya tetap diproduksi, dan peluang hadir di stasiun atau platform lain masih terbuka lebar.

Lebih dari sekadar kartun, Doraemon adalah penanda zaman. Ia menemani kita belajar tentang persahabatan, kegagalan, dan menerima diri apa adanya—tanpa pernah menggurui.

Mungkin Minggu pagi itu tak akan kembali dengan cara yang sama. Tapi kenangannya tetap tinggal. Dan di antara hiruk-pikuk hari ini, kita bisa tersenyum pelan dan berkata:

“Aku pernah tumbuh bersamanya.”

Ruang Kenangan, 13 Januari 2026

Coretanku

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Di setiap kesempatan, di mana pun dan kapan pun kita berada, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Peristiwa-peristiwa kecil sering kali menyimpan

Advertisement