Tentang Kematian

Tentang Kematian

Kematian adalah suatu kepastian. Semua yang bernyawa pasti akan mengalaminya. Ia tak dapat ditunda, tak pula dipercepat, walau sesaat. Kecil atau dewasa, muda atau tua, lelaki maupun perempuan, miskin atau kaya, jelata hingga raja—semuanya akan merasakan. 

Kapan pun dan di mana pun, kematian pasti menemui. Bahkan jika seseorang bersembunyi di balik benteng yang paling kokoh sekalipun, maut akan tetap menyapa. 

Namun, kematian bukanlah akhir dari segalanya. Ia justru gerbang menuju satu fase keabadian, awal dari kehidupan yang sesungguhnya. 

Hari ini, Senin, 12 Januari 2026, Dusun Bulu tercinta tengah berduka. Mas Hadi Sutrisno—yang biasa kami sapa Mas Mulyono—telah berpulang. Tadi malam, Ahad, 11 Januari 2026 sekitar pukul 22.30, di usia yang masih sangat muda. Beliau meninggalkan seorang istri dan satu putri tercinta yang baru saja duduk di bangku kuliah. 

Duka mendalam tentu dirasakan oleh seluruh keluarga besar. Begitu pula kami, Takmir Masjid Nurul Islam Bulu Simorejo, kehilangan satu sosok yang selama ini setia memakmurkan masjid. Aktif dalam tadarus Al-Qur’an di bulan Ramadhan, dan selalu turut serta dalam berbagai kegiatan masjid bersama kami. 

Wafatnya Mas Mulyono menjadi pelajaran yang sangat nyata bagi kita semua: bahwa maut selalu mengintai, dan tak seorang pun tahu kapan ia akan datang. Maka, tak ada bekal terbaik selain iman, amal saleh, dan jejak kebaikan yang terus hidup setelah kita tiada. 

Semoga Allah SWT mengampuni segala khilaf beliau, menerima seluruh amal baiknya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan keteguhan iman. 
Aamiin ya Rabbal ‘alamin. 

Bulu, Simorejo, 12 Januari 2026
Bakda Shubuh

Coretanku

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Di setiap kesempatan, di mana pun dan kapan pun kita berada, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Peristiwa-peristiwa kecil sering kali menyimpan

Advertisement