Syukur di Hari ke-21 Ramadhan

Syukur di Hari ke-21 Ramadhan

Alhamdulillah, biidznillah

Di hari ke-21 Ramadhan ini, kembali saya menerima kabar yang membahagiakan. Sebuah cerpen saya berjudul “Murojaah di Pusara Ayah” dimuat di majalah Mimbar Pembangunan Agama (MPA) edisi Maret 2026.

Cerpen ini menjadi karya ketiga saya yang dimuat di majalah kebanggaan keluarga besar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur tersebut.

Tentu saja, kabar ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus menulis dan berkarya. Semoga langkah kecil ini bisa terus istikamah—mengirimkan tulisan, belajar dari setiap proses, serta memperbaiki diri dari satu karya ke karya berikutnya.

Cerpen “Murojaah di Pusara Ayah” mengangkat tema religi dengan latar pesantren madrasah dan suasana menyambut Ramadhan di Dusun Laraswangi.

Tokoh utamanya masih sama seperti cerita sebelumnya: Afna Zahira, seorang santri tahfiz di Pondok Pesantren (Pesmad) Darul Fikri—seorang gadis yang hidup dengan satu sayap yang patah.

Namun di balik keterbatasannya, Afna menggenggam sebuah janji kepada ayahnya: menjaga Al-Quran dalam hafalannya dan kelak memakaikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya di akhirat.

Janji itulah yang menjadi api kecil di dadanya—yang terus menyalakan semangatnya untuk bertahan, belajar, dan ber-murojaah, bahkan di hadapan pusara ayahnya.

Semoga tulisan sederhana ini juga menjadi pengingat bagi diri saya sendiri: bahwa setiap huruf Al-Quran yang dijaga dengan cinta akan menemukan jalannya menuju cahaya.

Di hari-hari Ramadhan yang terus berjalan menuju penghujungnya ini, saya kembali diingatkan bahwa setiap langkah kecil dalam menjaga Al-Quran—baik dengan membacanya, menghafalnya, maupun menuliskannya dalam kisah-kisah sederhana—sesungguhnya adalah bagian dari perjalanan panjang menuju ridha-Nya. Semoga tulisan ini bukan sekadar cerita, tetapi juga doa yang perlahan naik ke langit: agar kita semua diberi kekuatan untuk tetap mencintai Al-Quran, menjaga ayat-ayatnya di dalam dada, dan kelak dipertemukan kembali dengan orang-orang tercinta di bawah naungan rahmat-Nya.

Alhamdulillah.

Ruang kenangan, 11 Maret 2026

Coretanku

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Rezeki Anak Sudah Allah Titipkan

Di setiap kesempatan, di mana pun dan kapan pun kita berada, selalu ada pelajaran yang bisa dipetik. Peristiwa-peristiwa kecil sering kali menyimpan

Advertisement