Di Balik Foto Profil yang Meyakinkan

Di Balik Foto Profil yang Meyakinkan

Simorejo - Cukup sering saya menerima pesan WhatsApp dari nomor baru yang menggunakan foto profil orang yang saya kenal. 

Pernah suatu ketika—ini yang paling “keren”—ada seseorang mengaku sebagai Bu Mitroatin dengan foto profil mengenakan jas kuning, seragam kebesaran Partai Golkar. Aneh banget, bukan? Orang besar sekelas Wakil DPRD Bojonegoro kok tiba-tiba mengirim pesan kepada saya yang notabene bocah ndeso ini. 

Isi pesannya klasik: dibuka dengan salam, lalu menanyakan kabar. Saya sengaja merespons. Saya katakan, terasa janggal bila sekelas Bu Mit menghubungi saya dengan bahasa yang begitu aneh. Setelah itu, “Bu Mitroatin” tak lagi membalas pesan saya. 

Nah, hari ini—Minggu, 18 Januari 2026—kejadian serupa terulang. Tepat pukul 11.10 WIB, masuk pesan dari nomor baru: +62 851-3585-3851. Nama profilnya: Sigit Priatmoko. Diperkuat dengan foto seseorang mengenakan jas hitam, kemeja putih, dan dasi merah, sedang melihat jam di tangan kirinya. 

Saya sangat familiar dengan foto itu: Mas Dosen Sigit Priatmoko, Ketua II Komunitas Kita Belajar Menulis (KBM). Ia juga pernah menjadi murid saya saat masih duduk di bangku MTs Negeri Kepohbaru—yang kini menjadi MTs Negeri 3 Bojonegoro. 

Polanya sama. Pesan dibuka dengan salam dan menanyakan kabar saya serta keluarga. Tanpa curiga dan tanpa menunggu lama, saya langsung membalas. Saya kira Mas Dosen Sigit—begitu biasa saya memanggilnya—hendak dolan ke rumah atau sekadar mengajak ngopi literasi, kegiatan yang dulu cukup sering kami lakukan. 

Namun, beberapa menit kemudian, muncul pertanyaan dalam hati saya: Mas Sigit ganti nomor WhatsApp baru? 

Saya lalu men-screenshot percakapan tersebut dan berniat mengirimkannya ke nomor lama Mas Dosen Sigit untuk memastikan. Ternyata, nomor lamanya masih aktif. Bahkan, baru beberapa menit sebelumnya, Mas Dosen sempat membuat story. 

Saat itu saya yakin: saya sedang chatting dengan penipu. Screenshot percakapan pun saya kirimkan ke Mas Dosen, dan jawabannya menegaskan dugaan saya—itu memang nomor penipu. 

Si penipu sempat mencoba menelepon saya. Namun keburu saya blokir. Tak lama kemudian, seluruh pesan yang dikirimnya pun terhapus. 

Kejadian ini menjadi pengingat sederhana bagi saya bahwa di zaman serba digital, kepercayaan adalah hal paling mahal sekaligus paling mudah disalahgunakan. Foto bisa dipinjam, nama bisa dicatut, bahkan sosok orang baik pun bisa dijadikan topeng penipuan. Maka, kehati-hatian adalah adab baru dalam bersosial media: tidak mudah percaya, selalu memastikan, dan berani curiga demi menjaga diri. Bukan karena dunia makin jahat, melainkan karena tipu daya kini hadir dengan wajah yang makin meyakinkan. 

Bulu – Simorejo, Menjelang tengah malam. 
Ahad, 18 Januari 2026 

Coretanku

Di Balik Foto Profil yang Meyakinkan

Di Balik Foto Profil yang Meyakinkan

Simorejo - Cukup sering saya menerima pesan WhatsApp dari nomor baru yang menggunakan foto profil orang yang saya kenal. Pernah suatu

Advertisement