Ketika Azim Menulis Harapan

Ketika Azim Menulis Harapan

Kamis malam (8 Januari 2026), bakda jamaah Isyak, saya mendapat kiriman pesan WhatsApp dari istri. Isinya foto selembar kertas HVS—tugas sekolah milik anak kedua kami, Azimatun Faiqotuz Zahro, siswa kelas 2 MI Islamiyah Kepoh.

Dalam foto tersebut tertulis Doa dan Harapan di 2026. Rupanya, itu adalah resolusi yang dibuat Azim. Pagi harinya, menjelang berangkat sekolah, saya pun bertanya, guru siapa yang mengajarkan membuat tugas itu?

“Mrs. Dini,” jawabnya singkat, sambil menyiapkan peralatan sekolah.

Sebagai orang tua, saya merasa senang. Anak kami telah diajarkan sejak dini untuk menyusun “resolusi” di awal tahun—belajar menata harapan dan menggantungkan doa.

Setali tiga uang, pada Rabu, 7 Januari 2026, saya juga mengajak siswa kelas 8A MTs Negeri 3 Bojonegoro untuk menyusun resolusi mereka masing-masing.

Namun, ada kebahagiaan yang berbeda saat membaca doa dan harapan yang ditulis Azim. Itu adalah tulisan yang lahir dari hati yang bersih, jujur, dan apa adanya—tanpa embel-embel apa pun. Semoga semuanya diijabah oleh Allah Swt.

Berikut isi resolusi Azim:

Do’a dan Harapan di 2026

aku ingin daftar rengking 1

aku ingin haji/umroh

aku ingin kakak di rumah

aku ingin jalan² sama kakak

aku ingin membahagiakan orang tua

aku ingin keluargaku sehat selalu

aku ingin punya ikan koi

aku ingin punya hamster

aku ingin menjadi pembawa

aku ingin jadi tinggi

Sebagai seorang ayah, saya hanya bisa menutup tulisan ini dengan doa yang lirih. Semoga Allah menjaga hati anak-anak kami agar tetap bersih dalam bermimpi dan lurus dalam melangkah. Jika kelak sebagian harapan itu terwujud, biarlah ia menjadi jalan syukur. Jika belum, semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik dan lebih mendekatkan kami semua kepada-Nya.

Tugas kami sebagai orang tua barangkali bukan memastikan semua keinginan mereka tercapai, melainkan menemani, mendoakan, dan memberi teladan agar mereka tumbuh menjadi manusia yang baik—yang tahu kepada siapa harapan digantungkan, dan kepada siapa doa dipanjatkan.

Amin ya Rabbal ‘alamin.

Kepohbaru, 9 Januari 2026

Coretanku

Tak Pernah Kebetulan: Ketika Allah Mempertemukan Orang-Orang Sejalan

Tak Pernah Kebetulan: Ketika Allah Mempertemukan Orang-Orang Sejalan

Simorejo - Pak Dosen Usman Roin—yang akrab disapa Pak Usron—menuliskan sebuah catatan perjalanan bersama PCNU Bojonegoro dalam sebuah agenda di

Advertisement