Di Antara Kolam dan Laut Lepas

Di Antara Kolam dan Laut Lepas

Sejak pertama kali bertemu dengan Pak Dosen Usman Roin secara daring pada Rabu, 17 Desember 2025, saya langsung merasa klik. Ada kesamaan yang segera terasa: kami sama-sama mencintai dunia menulis. Lebih dari itu, kami juga memiliki tekad yang sejalan—menyebarkan spirit (atau kalau boleh disebut, virusliterasi. 

Yang membedakan kami hanyalah medan pengabdian dan—hehehe—pendapatan. Pak Usron menyemai literasi di lingkungan kampus, dengan sasaran mahasiswa—kelompok yang secara alamiah sudah akrab dengan dunia baca-tulis. Sementara saya, seorang cah ndeso, justru harus bergerak di ruang yang jauh lebih luas dan tak selalu pasti. Sasarannya tidak jelas, peminatnya tak banyak, dan bidang yang digeluti pun sangat heterogen. 

Ibarat memancing, Pak Usron menebar kail di kolam yang ikannya sudah dikenal jenis dan kebiasaannya. Sedangkan saya, harus berani melempar umpan ke laut lepas—tanpa peta, tanpa jaminan, dan sering kali hanya ditemani keyakinan bahwa suatu saat akan ada ikan yang menyambar. 

Namun demikian, kondisi itu sama sekali tidak menyurutkan niat saya untuk terus menebar virus literasi di akar rumput. Justru sebaliknya, saya merasa sangat beruntung dipertemukan dengan Pak Usron. Seolah-olah saya mendapatkan “amunisi baru” untuk terus berjuang, bergerak, dan tidak mudah lelah. 

Menurut saya, Pak Usron adalah pribadi yang cerdas dan kaya gagasan. Ide-ide literasi ia masak, racik, dan kemas dengan beragam olahan, lalu disajikan kepada mahasiswa dan siapa pun yang berminat—tinggal memilih sesuai selera. 

Salah satu ide yang baru saja muncul dan langsung dituliskan adalah tantangan membentuk “Grup Pena Blogger”. Isinya para penulis (atau calon penulis) yang karya-karyanya diabadikan di dalam blog—baik yang sudah custom domain maupun yang belum. Di sana, mereka saling berkirim tautan, saling membaca tulisan, saling memotivasi, dan saling menyumbangkan ide menulis. 

Ide itu saya sambut dengan penuh kegembiraan. Sebab, dalam beberapa hari terakhir—sejak pertemuan daring pada acara Temu Penulis dan Bedah Buku Laraswangi di Perpustakaan Unugiri—kami memang sudah mulai saling bertukar tautan blog yang memuat tulisan-tulisan terbaru. 

Kepala Perpustakaan Unugiri ini mengelola dua blog pribadi: usmanroin.com dan dosenok.my.id. Sementara blog pribadi saya adalah laraswangi.my.id. Blog yang dibidani oleh Kak Mustari (Guru MA Bahrul Ulum) ini saya launching di penghujung tahun—tepatnya pada 28 Desember 2025, bertepatan dengan ulang tahun ke-18 anak pertama kami. 

Pada akhirnya, literasi bukan soal siapa yang paling cepat sampai atau paling ramai dipuji, melainkan siapa yang bersedia berjalan bersama dan saling menguatkan di sepanjang jalan. Bertumbuh dalam literasi berarti membuka diri untuk belajar, berbagi, dan memberi ruang bagi orang lain untuk ikut menyala. Dari kampus hingga akar rumput, dari kolam hingga laut lepas, setiap ikhtiar menulis adalah upaya menanam harapan. Dan ketika kita berjalan bersama—saling membaca, saling menyemangati, dan saling mendoakan—jalan sunyi itu tak lagi terasa sepi, melainkan penuh makna. 

Kedungsari, Kepoh, 02 Januari 2026

Coretanku

Di Antara Kolam dan Laut Lepas

Di Antara Kolam dan Laut Lepas

Sejak pertama kali bertemu dengan Pak Dosen Usman Roin secara daring pada Rabu, 17 Desember 2025, saya langsung merasa klik. Ada kesamaan yang

Advertisement